Jumat, 05 Agustus 2011

Tampil Ramah

Tampil Ramah

ALANGKAH beruntung seseorang yang memiliki akhlak mulia. Dalam dirinya terpancar keramahan; sopan dalam bersikap, santun dalam bertutur, dan tulus dalam membantu. Dapat dipastikan siapa pun yang ada didekatnya akan merasakan kenyamanan.
Ramah merupakan reaksi yang lahir dari hati yang bersih dan reaksi yang ditampilkannya pun tak lepas dari suasana hati. Jika hatinya bersih, sudah tentu suasana yang muncul pun penuh dengan kesenangan, kegembiraan. Sehingga setiap kesusahan tidak melahirkan keluhan. Sebaliknya, hati yang kotor, yang jauh dari kebeningan dampak yang akan muncul tak jauh dari ketidakramahan. Setiap permasalahan dihadapi dengan emosional. Masalah yang sepele menjadi rumit menjadikan suasana batin yang selalu lelah, tegang jauh dari ketenangan.
Indahnya ramah dapat terpancar dari hati siapa saja tanpa memandang rupa, harta, dan tahta. Secantik, setampan apa pun seseorang, jika ia termasuk orang yang judes, ketus, pemarah dipastikan segala keindahan fisiknya akan hilang. Lain halnya jika seseorang yang penampilan luarnya biasa-biasa saja, tampak bersahaja, begitu menyejukan, membuat nyaman orang yang mendengarnya. Tidak perlu ber-make up tebal, jas keren, sepatu mengkilat karena keindahan hakikinya memang sudah tercermin dari hati yang bersih. Dan dalam diamnya pun keindahan ramah tercermin dalam penampilan.
Sikap ramah, selain dapat memperindah tampilan juga dapat menyehatkan badan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli, orang ramah kondisi badan, bathinnya tetap berada pada kondisi normal, sehingga energi yang ada tidak terkuras untuk marah, ketus. Begitupun dengan penelitian terhadap Nabi Muhammad SAW yang selama hidupnya hanya dua kali mengalami sakit. Ternyata, kuncinya bukan hanya karena kebeningan hati dan ibadah yang istiqomah terhadap Allah SWT, melainkan karena kepedulian, kasih sayang yang besar terhadap orang lain; selalu ingin membahagiakan orang yang berada didekatnya, sikap dan tutur kata yang sangat ramah, senyuman yang tulus, dan sapaan yang penuh hormat.
Saudaraku, jangan pernah merasa kecewa, pesimis jika kemampuan yang kita miliki hanya cukup untuk tampil biasa dan seadanya. Baik penampilan, harta, maupun tahta. Kita bisa menampilkan keindahan yang mengesankan bagi siapa pun. Kuncinya dengan menjadi orang yang selalu tampil ramah, sopan, dan tulus. Hadapilah hidup yang hanya sekali ini dengan penuh keramahan. Tunjukanlah wajah yang cerah. Tersenyumlah dengan wajar dan tulus. Temuilah orang lain dengan sikap sopan santun dan sapalah dengan penuh keramahan serta penghormatan. Wallahu ‘alam bi Showab. Saudaraku, Sungguh beruntung seseorang yang memiliki akhlak yang mulia. Dalam dirinya terpancar keramahan; baik dalam bersikap dan santun dalam bertutur. Sudah dipastikan seseorang yang berada didekatnya merasakan kenyamanan. Sikap ramah akan memancarkan keindahan karena terlahir dari hati yang bersih. Secantik apapun seseorang, jika perangainya judes, ketus, juga pemarah pasti keindahan fisiknya hilang. Sebaliknya, orang yang penampilan luarnya biasa-biasa tapi tawadhu, tampak bersahaja, manis dengan sendirinya terpancar cahaya ketenaangan. Setiap tutur katanya menyamankan begitupun dengan tatapannya yang mampu menyejukkan. Tidak perlu memakai polesan. Seandainya ada unsur polesan semu tidak akan lama. Keramahan, tentunya akan lahir dari hati yang senang. Percaya atau tidak, biang kesusahan bukan hanya terletak pada masalah yang dihadapi. Melainkan terletak pada sikap kita menghadapi masalah. Orang yang emosional sudah dipastikan tidak bisa menghadapi masalah bahkan akan mempersulit diri. Terkadang masalah sepele menjadi rumit karena tidak mampu menyikapinya. Dengan ramah, seseorang akan mampu menyikapi semua persoalan dengan penuh kesenangan bahkan berusaha menularkannya. Bagaimana mungkin seseorang mampu menularkan kesenangan kepada orang lain jika sikap ramah tidak tercermin dalam hatinya? Ramah, selain membuat indah, senang orang yang melihat, pun dapat membuat badan sehat. Orang yang ketus, pemarah berkecenderungan mempunyai penyakit hati. Sejarah meriwayatkan bahwa selama hidup Rosulullah SAW hanya dua kali mengalami sakit padahal masalah, persoalan ummat yang beliau pikul sangat berat. Ternyata, kuncinya ada pada keyakinan yang teguh pada Sang Khalik, kebeningan hati, juga melimpahnya rasa sayang kepada orang lain; sikap dan tutur kata yang ramah, senyum tulus, sapaan penuh rasa hormat. Jangan pernah merasa kecewa, pesimis jika kemampuan yang kita miliki hanya cukup untuk tampil biasa dan seadanya. Baik penampilan, harta, maupun pangkat. Kita bisa menampilkan keindahan yang mengesankan bagi siapa pun. Kuncinya adalah dengan menjadi orang yang selalu tampil ramah, sopan, dan tulus. Saudaraku, hadapilah hidup yang hanya sekali ini dengan penuh keramahan. Tunjukanlah wajah yang cerah. Tersenyumlah dengan wajar dan tulus. Temuilah orang lain dengan sikap sopan santun dan sapalah dengan penuh keramahan serta penghormatan. Seperti yang dilakukan oleh panutan kita yang senantiasa berusaha berbuat kebaikan sebelum didahului orang lain.

0 komentar:

Poskan Komentar